3 Des 2011

Kisah Jepang Kuno : Jirou dan Tayuu

20:23 0 Comments

sumber gambar disini

Howla, Readers.

Ini mungkin bukan pertama kalinya gue membahas soal kisah cinta, tapi ini adalah kali pertama gue bercerita soal kisah cinta yang diambil dari sejarah Jepang Kuno.

Well, mungkin karena terpesona novel Shike dan Hikayat Genji—walau keduanya fiksi—gue jadi penasaran dengan eksotisme Jepang kuno. Gue lebih memilih kisah yang berdasarkan sejarah karena seru banget ngebayangin kalau orang-orang yang ada di dalam kisah itu memang pernah hidup beratus tahun yang lalu, dan kisah cintanya abadi hingga sekarang.

Nah, pada edisi kali ini, gue akan bercerita soal kisah cinta berbeda kasta dari akhir zaman Heian antara Hatakeyama Jiroushigetada (namanya buset panjang amat) dan Tayuu si Pelacur.

Dia dan Luka (1)

14:22 0 Comments
sumber foto di sini


Sosoknya sendiri adalah hal yang fenomenal.

Setiap kali ia melintas, ia menimbulkan gelombang dengungan penuh bisik pada orang yang dilewatinya. Ia seperti meninggalkan semacam ekspresi hebat berupa kengerian yang sarat, serta rasa miris yang teriris di setiap lekuk wajah mereka yang melihatnya.

Seperti tengah memandangi karya indah yang tak sengaja cacat, seperti memandangi pemandangan indah yang ternoda.

Karena dia adalah perempuan yang luar biasa cantik—seandainya, bekas luka mengerikan itu tak melintang dari pelipis kanan wajahnya, lurus hingga melintasi garis dagunya. Sosoknya begitu memikat dan menimbulkan banyak iri dan kekaguman—andai saja luka itu tak ada di wajah seindah itu.

“Astaga. Seperti menyaksikan lukisan Monalisa yang dilempari kotoran.”

25 Nov 2011

Ketika Semuanya Berakhir

09:59 3 Comments
sumber foto disini

Ketika semuanya berakhir,
dan engkau harus belajar menutup matamu dari orang-orang terkasih
belajar berhenti menghirup kesakitan dan menghembus kelegaan
belajar menerima kegelapan yang lebih kelam dari duniamu sendiri
Saat itulah kau sudah tahu pasti, bagaimana rasanya menjadi senja

20 Nov 2011

Langit Bewarna Biru; Salah Siapa?

21:17 4 Comments



“Kenapa ya, langit warnanya biru?”

Pertanyaan ini, bagi sebagian besar orang—adalah jenis pertanyaan sederhana yang untuk menjawabnya NAUDZUBILE susahnya -___- dan sebagai seseorang yang berpendidikan, pastinya jayus dong ya kalau anda menjawab “Takdiiir..” (dengan muka polos nan suci) atau “Hanya Allah yang tahu…” (dengan wajah yakin penuh tekad).

Jadi yah, daripada nanti anda kagok ditanyai anak SD kenapa langit warnanya biru, berikut ini akan gue sajikan artikel mengenai penjelasan mengapa langit bewarna biru! J

19 Nov 2011

92 Hari Mencari Hati (1)

17:59 4 Comments


“Hey ganteng, bangunlah. Ini ada cake dengan banyak lilin di dekat pintu kamarmu. Hari ini kamu ulang tahun, ya?”

Suara itu membangunkannya. Rangga berguling di atas tempat tidur dan meringis saat sakit di kepalanya menyerang. Ia membuka mata dan menyadari bahwa seperti halnya kesadarannya—kedua matanya belum berfungsi sepenuhnya. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan rasa mual di perutnya begitu menyiksa. Bahkan usaha untuk menggapai jam beker di samping tempat tidurnya pun menjadi perjuangan yang begitu berat.

Bagaimana bisa ia baru saja terbangun saat waktu sudah melesat senja dan mataharipun bahkan sudah akan turun lagi?

Rangga mencoba duduk dan mendapati seorang perempuan tengah santai merokok di dekat pintu kamarnya, dan memakai sesuatu yang mirip sekali dengan t-shirt kesayangannya.

“Siapa lo??” bentak Rangga kaget.

17 Nov 2011

Si Gila Ingin Kawin

13:06 3 Comments


“Mbak, aku mau kawin.”

Mbak Titi bengong. Menatapku dalam. Lama. Tercengang habis-habisan. Ia terlihat kaget seperti habis melihat wewe gombel.

Lalu, tiba-tiba saja otot di wajah cokelat itu berubah. Mbak Titi seperti kesakitan, padahal tidak tertimpa lesung. Jadi seperti mau menangis, persis seperti saat bapak dan ibu meninggal. Alisnya bertaut seperti garis batik. Lalu, perlahan mbak Titi menangis, kenceeng sekali seperti geledek.

“Oalah, kenapa tho Mbak?”

Mbak Titi masih menjerit-jerit seperti orang gila. Merosot ke lantai tanah dan memukul-mukul tanah hingga pecah. Tak diperdulikannya masakannya yang mulai gosong di atas panci. Ia sibuk melolong seperti anjing hutan, memanggil bapak, ibu, hingga mbah uyut. Bingung aku dibuatnya.

16 Nov 2011

Movie : Sunny (2011)

08:37 10 Comments

Hai readers ^^ lama ga jumpa.

Saat ini gue lagi terserang stagnan-nulis. Punya idepun, tetap nggak bisa dituangkan dalam kerangka yang logis. Alhasil kalau kalian melihat entri baru blog gue mulai jarang-jarang serta tonggos seperti gigi-nya Suneo #apadeh mohon maaf lahir batin ajalah ya. Nanti kalau gelora nulis gue kambuh, pasti anda bakal sering-sering dibanjiri entri blog baru lagi.

Kali ini gue mau membahas sesuatu yang mudah saja : gue baru menonton film yang bagus, dan gue tergilagilaaa~aaa.



Film yang ini berasal dari Korea Selatan yang baru aja rilis 2011 lalu, namun sudah menyedot begitu banyak perhatian. Sebut saja nama film ini, Sunny. -_____-

14 Sep 2011

9 Hal Yang Belum Kamu Tahu Soal 'LDR'

21:07 59 Comments
sumber gambar disini

LDR itu bukan suatu hal yang baru lho,guys.


Ingat tidak, saat Adam dan Hawa diturunkan di bumi di dua tempat yang berbeda—saat itu saja mereka sudah menjalani LDR lho! Tapi terbukti kan, bagaimana mereka akhirnya survive? Karena mereka tetap optimis dan pantang menyerah demi cintanya satu sama lain.

So, kalau ada yang meragukan LDR kalian, bilang saja “Adam dan Hawa saja bisa survive tanpa koneksi internet dan signal hape. Tentunya kita pasti lebih bisa lagi!”

Tapi tetap saja, bagaimana sih sebenarnya LDR itu? Kenapa rasanya banyak sekali masalah yang terjadi, yang tidak kita pahami, ya?

Maka simak hasil wawancara dan studi buku gue soal LDR berikut ini! J

13 Sep 2011

Melengkapi Dengan Perbedaan

21:28 5 Comments

Tuhan menciptakan perbedaan agar melodi-melodi yang berbeda itu mampu menyatu dalam suatu kesatuan harmoni yang indah—bukan agar mereka mengalun sendiri-sendiri.

Pernah nggak sih, lo mempertanyakan mengapa laki-laki dan perempuan diciptakan begitu berbeda hingga rasanya mereka tidak berasal dari spesies yang sama?

Lalu mengapa juga perempuan dan laki-laki diciptakan untuk bersama jika mereka luar binasa berbeda hingga rasanya luar biasa mereka masih mau tinggal dalam satu rumah, membuat anak, dan menghabiskan sisa hidupnya bersama?

Jawabannya ya karena itu > selain diciptakan untuk saling melengkapi, perbedaan ini juga mampu menciptakan keteraturan dan keseimbangan jika dimanfaatkan dan disadari benar.

Gue dan pasangan memang luar binasa berbeda. Sakin berbedanya, kita kerap bertengkar hanya karena satu sama lain tidak mampu mengerti “ini apa sih, yang sebenarnya jadi permasalahan?” wkwkwk. Namun seiring waktu, kita sadar bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus diperangi. Karena sebenarnya dalam begitu perbedaan yang banyak diantara kita, tersembunyi sebuah keuntungan jika kami mau bekerja sama!

Berikut perbedaan, sekaligus peran berbeda antara gue dan pasangan;

4 Sep 2011

Yang Dipilih dan Yang Ditinggalkan

07:21 2 Comments


Aku membencimu?

Sudah pasti iya.

Sebagai orang yang memiliki harga diri tinggi, keberadaanmu sempat mencoreng keras wajahku. Aku tak pernah menyukai sesuatu yang juga dimiliki orang lain. Aku menyukai perbedaanku sendiri. Itu sebabnya saat tahu aku dimiliki oleh seseorang yang juga tengah kau miliki, aku merasa begitu tersakiti dan seakan direndahkan.

Tertampar pedih di wajah, diiris dalam di hati, dan sekuat apapun aku mencoba menertawakan ‘hubungan aku dan kamu’, aku selalu gagal menahan tangis di saat tengah sendirian.

Ya, aku berpura-pura tertawa keras agar rintihan sakitnya tak terdengar siapa-siapa.

Aku sempat hancur karenamu, dan kamu juga sempat hancur karenaku.
Daisypath Anniversary tickers