26 Jan 2014

Megawati, Pagar, dan Amerika

00:08 6 Comments
Sumber Foto: Tribunnews.com

Sejujurnya saya dulu bukan pengagum berat Ibu Megawati Soekarnoputri.

Mungkin alasan paling mendasar adalah karena saya menilai beliau agak-gimana gitu setelah terkesan ‘ngambek’ pada Pak SBY saat beliau mengalahkannya dalam bursa pemilu dan jadi Presiden, dua periode lagi. Berbeda dengan sikap yang ditunjukkan Pak TK yang justru kerap menjadi ‘jembatan’ antara PDIP dan Pak SBY, Ibu Mega terkesan sangat anti sekali dengan mantan-bawahannya tersebut.

Mana lagi, Ibu Mega sangat sangat jarang mengekspos pemikiran dan permasalahannya di media, jadi saya agak-agak kurang mengerti kenapa beliau se-ngambek itu dengan Pak SBY. Sehingga kemudian sikap saya dengan beliau jadi kurang simpatik. Tapi kemudian entah apa juga yang saya harapkan dari sikap Ibu Mega: haruskah beliau bersikap fake dengan tetap wara-wiri dengan SBY meskipun di hati memendam ketidaksetujuan, atau sebenarnya justru bukankah lebih baik jika Ibu Mega jujur bersikap apa adanya meskipun beliau terkesan ngambek?

16 Jan 2014

Karena Dia Adalah Adik Saya

00:28 20 Comments
Add caption


Adik saya di dunia ini cuma satu, laki-laki.

Adik saya adalah anak laki-laki yang ditunggu-tunggu keluarga kami selama 18 tahun. Karena kakek dan bapak saya adalah anak lelaki tertua di keluarganya, dan tentunya mengharapkan anak laki-laki untuk meneruskan nama. Sehingga saat adik saya lahir melengkapi 3 kakak perempuannya, ia membawa kebahagiaan yang tak terperi di keluarga kami.

Adik saya sejak dulu kehidupannya sudah sulit. Ia bahkan pernah hampir meninggal saat masih bayi karena diare hebat, telat berbicara, nilai-nilai pelajarannya di sekolah tidak sebaik teman-temannya, menempuh fase-fase hidup penuh trauma karena berbagai permasalahan keluarga, serta melewati ketakutan akibat terror dari kalangan GAM di Aceh pada keluarga kami.

6 Jan 2014

Gerwani: Pelaku atau Korban Perkosaan Bermotif Propaganda Politik?

01:59 10 Comments
Tulisan ini diadaptasi dan telah mengalami perubahan secukupnya dari Makalah saya pada matakuliah Perempuan dan Keadilan di Departemen Kriminologi, Universitas Indonesia.


sumber gambar disini

Gerwani merupakan satu-satunya organisasi yang pada era Presiden Soekarno cukup keras menyuarakan hak-hak perempuan dan anak. Salah satu tujuan utama yang ingin diraih oleh organisasi ini adalah hak pendidikan dan politik yang sama bagi kaum perempuan, bukan hanya dijadikan babu di dapur dan tempat tidur. Namun di era yang masih mengusung tinggi patriarkhi tersebut, suara-suara mereka dianggap meresahkan bahkan mengancam 'kegagahan' laki-laki, hingga akhirnya organisasi ini ditumpas habis oleh pemerintah di Era Orde Baru. 

Bukan hanya dihilangkan, namun Gerwani juga difitnah menjadi bagian dari PKI dan melancarkan serangan seksual pada Para Jenderal dalam peristiwa G30S/PKI. Mereka ditangkap, dibunuh, dihilangkan, dan yang paling mengerikan--diperkosa serta dirusak alat kelaminnya. Kini, tabir kebenaran atas peristiwa yang sesungguhnya terjadi mulai tersingkap. Berbagai penelitian, baik yang dilakukan oleh bangsa kita sendiri maupun peneliti internasional, menunjukkan kekejaman yang dilakukan oleh Orde Baru atas perempuan-perempuan yang sempat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa ini.

2 Jan 2014

Tanpa Matahari

17:42 2 Comments
sumber disini

Aku tak pernah percaya bahwa cinta dan benci memang nyaris tak berbatas.

Dulu, kata-kata itu terdengar tak masuk akal, karena toh, keduanya begitu bertolak belakang. Dan dulu, aku selalu berpikir bagaimana bisa kita mencintai dan membenci seseorang di saat yang sama?

Ya, aku tak pernah percaya bahwa cinta dan benci berbatas tiada, hingga aku terjerat dalam Dunia-Cahaya-Freeya.

Ia gadis yang kutemui saat pipiku tengah berlinangan air mata karena kehilangan sejumlah barang berharga dalam kerumunan mahasiswa yang tengah mendaftar ulang ke kampus ini. Saat itu, aku hanya mampu tertunduk, kebingungan, dan menangis diam-diam dalam keacuhan orang-orang disekitar yang lebih sibuk mencari-cari sekutu sesama-mahasiswa baru daripada memerhatikan sosok suram yang nyaris tak terlihat. Namun berbeda halnya dengan ribuan orang itu, ia mendekat, gadis bertubuh padat dengan tinggi sedikit diatas rata-rata yang dengan cueknya mengenakan jeans pudar-kotor, kaos putih, dan scarf abu-abu. Ia berjongkok di sebelahku dan secara praktis menjadi satu-satunya orang yang perduli sejak 37 menit berlalu sejak aku meringkuk di sudut lapangan.

17 Des 2013

Kesedihanmu, Adalah Pertanda yang Mengabarkan Datangnya Bahagia

23:38 9 Comments
Sumber disini

Duniaku rasanya jadi ribuan kali lebih cerah.

Segala beban yang dulu menghimpit dada, kini mulai terlepas. Kabut yang selama ini menghalangiku menikmati pemandangan yang tersaji di depan, kini mulai menipis. Akhirnya aku bisa menarik nafas lega, dan menemukan kembali apa yang selama ini aku kubur dalam-dalam.

Kehidupanku sejak lahir rasanya tak pernah mudah. Namun kemudian, hidup manusia mana yang sebegitu mudahnya hingga ia tak pernah merasakan sakit dan sulit?

3 Nov 2013

Love and Trust

19:42 0 Comments
sumber disini

I thought trust was the most important.

I was so stupid. I didn’t trust you once..

And so we drifted apart.

I didn’t know what love was.

So I thought trust was more important than love.

But now I know,

We don’t love because of trust, but we trust because we love.

If we loved each other more, there wouldn’t be a problem. 

- Cyrano Agency (2010)


12 Jul 2013

Aku akan Melepaskanmu

12:33 13 Comments
Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, lepaskan dia. Jika dia memang milikmu, dia akan selalu kembali. Namun jika tidak, maka sejak awal dia tidak pernah menjadi milikmu.

sumber gambar disini


Aku ingin menguji takdir.

Karena aku percaya, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Maka aku tidak akan membiarkan kebutaanku sebagai manusia menghalangi pilihan terbaik Tuhan. Aku tak akan meminta siapa dan apa. Hanya yang terbaik menurut sang Pencipta saja. Semuanya akan kupasrahkan pada-Nya. Semuanya akan kukembalikan kepada-Nya.

Karena aku percaya pada kekuatan takdir, doa, dan ikhtiar.

23 Jun 2013

Child Migration: Kasus Penculikan 150.000 Anak-anak oleh Pemerintahan Inggris

17:30 4 Comments
Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang diculik, dipisahkan ribuan kilometer dari rumah dan orangtuanya, untuk menghabiskan masa remaja dengan bekerja paksa dan menerima berbagai jenis kekerasan, bahkan kekerasan seksual, di negeri yang sama sekali asing?

sumber gambar disini

MARGARETH HUMPHREYS, SANG PEJUANG

Menjadi pekerja sosial jelas bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya berbicara mengenai resiko yang besar, kesulitan yang dihadapi saat bekerja, hingga gaji yang tidak layak—bukan, karena hal yang paling berat adalah menghadapi stress dan tekanan yang muncul akibat bersentuhan dengan luka orang lain dan ‘menyerap’nya menjadi luka-mu sendiri.

22 Jun 2013

Review Film: Biutiful (2010)

15:10 0 Comments
sumber gambar disini

Seperti film-film Eropa yang memiliki kesan dalam dengan jalan cerita yang tidak mudah ditebak, Biutiful (2010) yang disutradarai Alejandro Inarritu sangat recommended untuk ditonton.

Biutiful dikemas dalam penuturan yang apik, cerita yang mudah dicerna namun dengan detail-detail pergolakan sosial yang rinci, serta dipenuhi twist di sepanjang cerita hingga jalan ceritanya sendiri menjadi tidak dapat ditebak, dengan Barcelona sebagai setting tempat dalam ceritanya.

Film ini sendiri berusaha menggambarkan polemik seorang pria yang juga ayah dari dua anak, Uxbal (Javier Bardem) yang berjuang menghadapi kematiannya akibat kanker prostat yang ia derita. Uxbal yang memiliki kekuatan paranormal untuk berhubungan dengan orang yang sudah meninggal, tetap saja kesulitan menerima kenyataan bahwa ia akan segera meninggal.

“I’m afraid to leave the children on their own, I can’t.” Uxbal
“You think you take care of the children? Don’t be naïve, Uxbal, the Universe takes care of them.” Bea
“Yes, but the universe doesn’t pay the rent.” Uxbal

20 Jun 2013

Pernikahan adalah Mobil Yang Sedang Berjalan

02:22 2 Comments
Pernikahan itu layaknya mobil. Dan sebuah mobil, tidak mungkin di-setir oleh dua orang. Harus ada satu yang menjadi supir—pemimpin. Namun bukan berarti orang yang duduk di sebelah supir, yaitu sang istri, hanya bisa diam mematung. Istri boleh, dan harus, ikut memberi petunjuk dan membantu suami dalam mengarungi pernikahan dan keluarga mereka agar sampai ke tujuan dengan selamat.

sumber gambar disini

Pernikahan itu seperti mobil yang tengah berjalan.

Dan ga mungkin kan, kalau mobil itu di-setir sama dua orang?

Yang ada kacau, tentu saja. Supir satu mau ke kanan, supir dua mau terus ke depan. Bisa-bisa mobilnya kalau ga nabrak ya kaga jalan.

Begitu juga dengan pernikahan. Memang, mungkin ada orang yang bisa menyelaraskan ego-nya sehingga satu mobil itu tidak bermasalah di-supiri dua orang. Karena mereka selaras, nyaris satu pikiran. Sama-sama mau ke kanan, atau sama-sama mau berhenti. Tapi nggak banyak pasangan yang mampu seperti itu. Oleh sebab itulah saya rasa, Allah menetapkan laki-laki menjadi pemimpin. Harus ada satu pihak yang menjadi supir, pemimpin, dan Allah memilih laki-laki.

Lalu kenapa laki-laki?
Daisypath Anniversary tickers