GOT Season 4: Kemegahan, Brutalitas, dan Peliknya Cinta

 Akhirnya weekend ini saya nonton Games of Throne Season 4 jugak! Aaakk!

Ah, kebahagiaannya tak terperi. Begitu juga dengan rasa gemas, kesal, ngeri, sedih, dan penasaran yang kemudian mengikuti. Setelah begitu lama menunggu Season 4 ini keluar, rasa penasaran yang kemarin kembali dijawab dengan rasa penasaran lainnya akan kelanjutan kisah yang diangkat serial novel dari A Song of Ice and Fire ini.

Yang paling saya tunggu tentu matinya Joffrey. Oooh I love that scene! Susah untuk menahan sorakan gembira saat ia mati dengan penuh ironi di pangkuan ibunya, di tengah-tengah acara pernikahannya sendiri. Dengan demikian karakter paling dibenci di GOT mati sudah. Kayaknya G.R.R Martin memang pilihan wedding organizer terburuk yang pernah ada. Ini kedua kalinya pernikahan dalam GOT yang berakhir sebagai tragedi mengerikan. But who cares? That son of a bitch die, thanks Seven-Gods. Hanya saja misteri siapa-yang-memasukkan-racun-ke-gelas-wine-Joffrey masih belum terlalu jelas. Memang racunnya diambil dari kalung Sansa, dan banyak pihak yang terlibat dalam upaya pembunuhan ini. Tapi orang yang benar-benar memasukkan racun ini belum diketahui.

sumber disini

Biar Pilihan itu Semesta yang Tentukan

Sumber Gambar Disini

“Kamu mau datang ke pernikahannya Gavin?”

Perempuan itu mendengus dan melirikkan ujung matanya. “Itu pertanyaan atau ejekan?”

Ares tidak melanjutkan, namun terus menatap Helena—perempuan itu—dengan pandangan yang sulit ditebak artinya. Helena menunggu, lalu kembali mengalihkan pandangannya melampaui jendela, menatap  pemandangan Jakarta ketinggian lantai 27, dan menghisap rokok Malioboro merahnya pelan-pelan.

“Dia membatalkan pernikahan kami untuk perempuan lain.” Perlahan, Helena berucap dengan bola mata yang tetap menatap jalanan sibuk di bawah mereka. “Dan aku tidak perlu datang ke tempat itu untuk sok menunjukkan kebesaran hati karena sudah dicampakkan tepat sebulan sebelum pernikahan.”

“Tapi, Na… Kamu tahu dia tidak punya pilihan…” Ares nyaris berbisik.
Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers