Kesedihanmu, Adalah Pertanda yang Mengabarkan Datangnya Bahagia

Sumber disini

Duniaku rasanya jadi ribuan kali lebih cerah.

Segala beban yang dulu menghimpit dada, kini mulai terlepas. Kabut yang selama ini menghalangiku menikmati pemandangan yang tersaji di depan, kini mulai menipis. Akhirnya aku bisa menarik nafas lega, dan menemukan kembali apa yang selama ini aku kubur dalam-dalam.

Kehidupanku sejak lahir rasanya tak pernah mudah. Namun kemudian, hidup manusia mana yang sebegitu mudahnya hingga ia tak pernah merasakan sakit dan sulit?

Love and Trust

sumber disini

I thought trust was the most important.

I was so stupid. I didn’t trust you once..

And so we drifted apart.

I didn’t know what love was.

So I thought trust was more important than love.

But now I know,

We don’t love because of trust, but we trust because we love.

If we loved each other more, there wouldn’t be a problem. 

- Cyrano Agency (2010)


Aku akan Melepaskanmu

Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, lepaskan dia. Jika dia memang milikmu, dia akan selalu kembali. Namun jika tidak, maka sejak awal dia tidak pernah menjadi milikmu.

sumber gambar disini


Aku ingin menguji takdir.

Karena aku percaya, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Maka aku tidak akan membiarkan kebutaanku sebagai manusia menghalangi pilihan terbaik Tuhan. Aku tak akan meminta siapa dan apa. Hanya yang terbaik menurut sang Pencipta saja. Semuanya akan kupasrahkan pada-Nya. Semuanya akan kukembalikan kepada-Nya.

Karena aku percaya pada kekuatan takdir, doa, dan ikhtiar.

Child Migration: Kasus Penculikan 150.000 Anak-anak oleh Pemerintahan Inggris

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang diculik, dipisahkan ribuan kilometer dari rumah dan orangtuanya, untuk menghabiskan masa remaja dengan bekerja paksa dan menerima berbagai jenis kekerasan, bahkan kekerasan seksual, di negeri yang sama sekali asing?

sumber gambar disini

MARGARETH HUMPHREYS, SANG PEJUANG

Menjadi pekerja sosial jelas bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya berbicara mengenai resiko yang besar, kesulitan yang dihadapi saat bekerja, hingga gaji yang tidak layak—bukan, karena hal yang paling berat adalah menghadapi stress dan tekanan yang muncul akibat bersentuhan dengan luka orang lain dan ‘menyerap’nya menjadi luka-mu sendiri.

Review Film: Biutiful (2010)

sumber gambar disini

Seperti film-film Eropa yang memiliki kesan dalam dengan jalan cerita yang tidak mudah ditebak, Biutiful (2010) yang disutradarai Alejandro Inarritu sangat recommended untuk ditonton.

Biutiful dikemas dalam penuturan yang apik, cerita yang mudah dicerna namun dengan detail-detail pergolakan sosial yang rinci, serta dipenuhi twist di sepanjang cerita hingga jalan ceritanya sendiri menjadi tidak dapat ditebak, dengan Barcelona sebagai setting tempat dalam ceritanya.

Film ini sendiri berusaha menggambarkan polemik seorang pria yang juga ayah dari dua anak, Uxbal (Javier Bardem) yang berjuang menghadapi kematiannya akibat kanker prostat yang ia derita. Uxbal yang memiliki kekuatan paranormal untuk berhubungan dengan orang yang sudah meninggal, tetap saja kesulitan menerima kenyataan bahwa ia akan segera meninggal.

“I’m afraid to leave the children on their own, I can’t.” Uxbal
“You think you take care of the children? Don’t be na├»ve, Uxbal, the Universe takes care of them.” Bea
“Yes, but the universe doesn’t pay the rent.” Uxbal

Pernikahan adalah Mobil Yang Sedang Berjalan

Pernikahan itu layaknya mobil. Dan sebuah mobil, tidak mungkin di-setir oleh dua orang. Harus ada satu yang menjadi supir—pemimpin. Namun bukan berarti orang yang duduk di sebelah supir, yaitu sang istri, hanya bisa diam mematung. Istri boleh, dan harus, ikut memberi petunjuk dan membantu suami dalam mengarungi pernikahan dan keluarga mereka agar sampai ke tujuan dengan selamat.

sumber gambar disini

Pernikahan itu seperti mobil yang tengah berjalan.

Dan ga mungkin kan, kalau mobil itu di-setir sama dua orang?

Yang ada kacau, tentu saja. Supir satu mau ke kanan, supir dua mau terus ke depan. Bisa-bisa mobilnya kalau ga nabrak ya kaga jalan.

Begitu juga dengan pernikahan. Memang, mungkin ada orang yang bisa menyelaraskan ego-nya sehingga satu mobil itu tidak bermasalah di-supiri dua orang. Karena mereka selaras, nyaris satu pikiran. Sama-sama mau ke kanan, atau sama-sama mau berhenti. Tapi nggak banyak pasangan yang mampu seperti itu. Oleh sebab itulah saya rasa, Allah menetapkan laki-laki menjadi pemimpin. Harus ada satu pihak yang menjadi supir, pemimpin, dan Allah memilih laki-laki.

Lalu kenapa laki-laki?

Basic Descriptive Intelligence (BDI) MOSSAD




Nama Ibrani                               : Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim
Nama Arab                                 : Al-Mosad lil-Istikhbarat wal-Mahamm al-Khassah
Nama Inggirs                             : Israel Secret Intelligence Service
Terjemahan                               : Institut Intelijen dan Operasi Khusus


ANGKATAN BERSENJATA (MILITER):

Mossad berawal dari satu lembaga keamanan Varash (Kepala Komite Badan Intelijen) dipimpin oleh Reuven Shiloah yang terbentuk pada bulan April 1949. Tepatnya pada tanggal 13 Desember 1949, Presiden Ben Gurion, meresmikan terbentuknya Central Institute for Coordination (CIC) yang berfungsi meningkatkan koordinasi antara departemen Shabak (intelijen dalam negeri) , Aman (intelijen militer) dan politik Departemen Luar Negeri, dengan dibawah kendali Kementerian Luar Negeri, atau lebih dikenal dengan Mossad.

Jujur atau Bohong? Cara Menemukan Kebenarannya Lewat Ekspresi dan Kata-kata


sumber gambar disini

Analisis Micro-Expression dan Statement Analysis pada Tahanan Polda Metro Jaya

Behavioral sciences sejak lama telah digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara berpikir seseorang, perasaan, perilaku, hingga respon sosialnya. dalam ilmu ini juga dikembangkan alat bantu untuk mengeksplorasi pikiran dan emosi. Menurut Bower et al (1988) emosi mengandung perasaan, sensasi batin, dan segala perubahan perasaan dan tindakan. Emosi juga terlibat dalam pembentukan motivasi, self-regulation, dan signaling dari seseorang (Bower, et al., 1988).

Paul Ekman dalam tulisannya “Are There Basic Emotions” menjabarkan bahwa terdapat 10.000 lebih ekspresi wajah yang dapat timbul dari kombinasi 5 otot wajah. memang kemudian tidak semua kombinasi ini memiliki makna, dan hanya sekitar 3000 saja yang memiliki arti di baliknya. Oleh karena kombinasi 5 otot wajah ini berlaku bagi setiap manusia tanpa memandang ras, jenis kelamin, dan sebagainya, maka terdapat ekspresi dasar seperti gembira, terkejut, takut, sedih, marah, jijik, dan menghina (merendahkan) yang merupakan  ekspresi mikro yang muncul secara spontan dan berlaku secara universal. Sementara gestur dan perilaku lainnya seperti mengedipkan mata atau gestur tangan misalnya, bisa saja dipengaruhi oleh nilai budaya dan pemahaman di tempat tertentu(Ekman, Are There Basic Emotions?, 1992)

Cewek Pintar Tidak Bertanya "Pilih Aku atau Temanmu"

sumber gambar


Lo pernah atau sering mengucapkan kalimat “Pilih aku atau teman-temanmu?” “Pilih aku atau dota!?” dan sebagainya?

Aduh, girls. Di postingan kali ini gue akan membahas kenapa kita, para cewek, seharusnya TIDAK lagi mengucapkan kalimat tanya seperti itu.

Oh iya, dan buat para pembaca cowo, kalian bisa lho merekomendasikan tulisan ini, atau menyampaikan ide-idenya pada pasangan kalian :p

Jawaban dari pertanyaan diatas, akan gue jawab dengan pertanyaan lainnya (ih geje amat) yaitu: Kenapa sih kita harus memperbandingkan diri kita dengan sesuatu yang jelas-jelas tidak sebanding?

Hidupku dalam Mencintaimu


Ini cerpen lama di blog lama gue. Kemarin saat googling, gue kembali menemukannya dan jadi sedikit rindu, soalnya yaaah, cerpen ini agak istimewa bagi gue. Cerpen ini aslinya gue tulis di pertengahan 2009, dan baru gue publish bulan Agustus 2010 di blog itu.  Semoga syukaaa (^^)

sumber gambar disini

Rasanya sinar matamu semakin meredup setiap kali engkau membukakan pintu bagiku yang kepulangannya bisa dihitung jari dalam enam bulan.

Tapi rutinitasmu selalu sama. Menyambutku dengan senyum dan mesra, mendudukanku di sofa ruang keluarga kita, membasuh kakiku dengan handuk panas, lalu menyediakan segelas the pahit yang kental. Kau akan duduk di sebelahku, memandangku seakan akulah makhluk paling berharga di dunia ini, lalu mengecup keningku dengan seluruh kerinduan yang kau pendam.

Melihatmu, terkadang aku berpikir… bukankah aku makhluk paling nista di dunia ini?

Menyia-nyiakan istri sebaik dan sesempurna dirimu… memberimu waktu dan perhatian yang nyaris tak akan pernah mencukupi… sedangkan kau masihlah wanita yang butuh disayangi. Aku tahu aku kejam karena tak membiarkanmu pergi dari sisiku untuk mencapai kebahagiaan yang lain. Akulah monster yang memerangkap dan menghabiskan hidupmu dalam penantian.

Akulah sumber penderitaanmu.


Sungguh ingin kunyatakan semua itu.

Tapi setiap kali kata-kata itu terlepas, aku bisa melihat kobar amarah dalam matamu, diantara tawa penuh tak percayamu. Kau akan menyipitkan mata besar yang lentik itu, dan aku bisa merasakan hawa dingin darimu menusuk hingga ke organ dalamku.

“Bahagia? Kamu tidak yakin aku bahagia denganmu selama ini, Mas?” kau tertawa getir dan pedih. “Bagaimana kau bisa membahagiakan aku sih, kalau kau sendiri tidak yakin, Mas?” kau tidak akan marah dan membentak, namun dingin itu memancar di setiap lekuk tubuhmu.

Kau istri yang tak pernah menuntut dan mengomel, tapi mungkin aku lebih memilih kau begitu daripada diam dan memunggungiku. Rasanya, seperti ditinggal mati oleh segala jenis suara tawa di dunia ini.

Entah bagaimana, seperti sebuah misteri yang selalu gagal kuungkap, kau selalu bisa memaafkanku dengan begitu mudah keesokan paginya. Seperti selalunya, kau akan mencium pipiku dengan hangat dan menyajikan secangkir kopi hitam yang mengepul di sisi tempat tidur kita. Kau akan bertanya jenis sarapan apa yang kuinginkan dalam balutan lingerie seksi berlapis celemek.

Kau memang selalu tahu bagaimana caranya membuatku bangun di pagi hari dan langsung berdebar lagi.

Itu sebabnya aku nyaris tak pernah bisa melepasmu dengan mudah setiap kali ‘telfon khusus’ itu berdering.

Karena artinya, tugas datang dan aku harus meninggalkanmu, lagi. Karena artinya, aka nada malam-malam dingin dan panjang saat kau menanti di rumah, memandangi lekukan kasur tempatku biasa berbaring, mungkin berlinang air mata dan bertanya-tanya apakah aku masih bernafas atau tidak.

Percayalah, sakit yang bergejolak itu juga aku rasakan dalam intensitas yang mungkin tak dapat kau bayangkan.

Itulah sebabnya kekasihku, pasangan hidupku, pengisi hatiku, dan istriku yang sempurna… bukanlah hal berat bagiku untuk memaafkan perselingkuhanmu.

Kita tahu apa arti kata ‘setia’ dan sejauh apa definisinya diantara kita berdua. Kamu tahu dalam sesuatu yang kusebut ‘kewajiban tugas’ aku telah meniduri banyak dari kaummu, dank au tetap percaya aku tak pernah melakukannya dengan hati.

Kau selalu menyambutku dengan terbuka, kehilangan sinar dalam bola mata saat mendengar pengakuanku, namun selalu menjadi dewi yang sempurna seakan-akan sakit hatimu tak pernah ada.

Dan aku mengerti pribadi seperti apa dirimu, sayangku.

Kamu adalah air dalam yang menikmati sensasi mengalir melawan hukum arus. Kamu melarutkan dan menerima semua unsur kealpaan manusia serta kekecewaaanmu dan menjadikannya seakan netral.

Kamu hidup karena kamu tahu di matamu dunia ini berbeda. Kamu bernafas karena masih menemukan ambisi dan adrenalin di darahmu.

Memilihku dengan alasan ‘hidup akan seru bersamamu’. Menyanggupi menyandang beban dengan alasan ‘aku tahu aku bisa’. Kesedihan dan pengalaman yang menurutmu sebagai cambuk pelajaran. Kau seperti pengidap schizophrenia yang kecanduan adrenalin, sayang.

Itulah sebabnya saat aku tak bisa lagi menyuntikkannya dalam kehidupanmu, kau harus mencari donor lain agar tetap bisa bertahan hidup.

Aku memandangi namun berpura-pura tak mengetahui saat kau dengan frustasi memandangi alat tes kehamilan yang belum juga menunjukkan perubahan. Aku mengetahui, namun bersembunyi saat kau menangis dengan handphone yang tak jadi digunakan di genggamanmu.

Keadaanku menjauhkanmu dari orang-orang terkasihmu. Sedikit jalur komunikasi dan nyawa kita terancam. Namun aku tahu kau sesungguhnya selalu butuh mendengar suara dan dukungan keluarga dan teman-temanmu yang tak bisa kau hubungi.

Aku tahu.

Aku sungguh mencintaimu hingga aku benar-benar tahu.

Itu sebabnya, aku bisa mengatakan bahwa ini semua sungguh melegakan, sayangku.

Aku memang mengatakan bahwa inilah saat yang kutunggu-tunggu sejak dulu.

Bahwa kaulah yang akhirnya memutuskan untuk meninggalkanku, untuk pergi dariku, dan memintaku pergi. Karena sungguh, walaupun aku bisa berbohong begitu sempurna untuk banyak hal, namun kau adalah kealpaan terindahku. Aku tak akan bisa meninggalkanmu atau memintamu pergi.

Aku tak akan bisa. Aku akan hancur berkeping-keping.

Itu sebabnya, terima kasih.

Bukan karena aku tidak mencintaimu dan sungguh berharap kau akan pergi. Bukan karena aku bisa dengan mudah memilih wanita lain, karena sungguh tak ada wanita sesempurna dirimu di dunia ini, cinta sejatiku.

Aku ingin membahagiakanmu, sesederhana itu hingga bisa melepaskanmu, wanita yang tak tergantikan, dan setengah mati menahan diri untuk tidak menembak mati lelaki beruntung yang mendapatkanmu nanti.

Cintaku… kekasihku…

Biarlah kata-kata terakhirmu itu aku anggap sebagai peneguh diri. Biarlah kata-kata terakhir itu aku percayai dan aku simpan hingga mati. Aku tahu, sangat tahu, bahwa apa yang kau ucapkan adalah sebuah kejujuran,

“aku meninggalkanmu bukan karena aku tak lagi mencintaimu, tapi karena hidup mulai terasa tak mudah bersamamu. Dan aku bersamanya bukan karena aku mencintainya melebihi dirimu, tapi karena hidup terasa lebih mudah bersamanya…”

Mungkin Cinta Memang Bodoh


sumber gambar disini

Temanku, perempuan, sudah menjalin cinta selama bertahun-tahun. Ia menunggu dalam hubungan jarak-jauh selama 1 tahun, dan kini tengah hancurlebur.

Cintanya adalah jenis cinta yang sulit, dengan berbagai tantangan yang sulit. Sulit karena profesi kekasihnya. Sulit karena ia dipaksa mengerti keadaan dan nilai-nilai yang tak pernah ia kenal. Tapi toh, ia berjuang.

Namun perjuangannya bukan berarti semuanya menjadi mudah. Terutama karena kemudian, sang kekasih bekerja di daerah lain, begitu jauh hingga ia kemudian bermain hati dengan perempuan yang ia temukan di daerah itu.

Temanku tahu. Tapi ia tetap setia menanti. Ia menunggu. Namun toh harus menghadapi apa yang sudah ditulis semesta. Karena sekembalinya sang kekasih ke daerahnya, dari kesaksian di bawah todongan, ia harus menelan kenyataan bahwa spekulasi yang selama ini hanya sebatas kecurigaan, ternyata memang kenyataan.

Cost-and-Benefit Relationship

sumber gambar disini

“Kenapa lo mau sih sama dia? dia kan brengsek!”

“lo bego ya? Udah dibohongin, masih aja mau sama dia!”

Kalimat diatas gue rasa cukup sering didengar oleh lo yang (mungkin) not-so-happy dengan pasangan lo atau yaaaa.. happy sih, cuma ya tetap aja pasangan lo punya seabrek sifat jelek.

Kemudian jawaban “ya namanya juga udah cinta.” Mungkin kerap lo suarakan sebagai balasan dari berbagai pertanyaan miring soal keputusan lo untuk tetap menjalin hubungan dengan orang yang sama.

Jawaban paling klise dan mungkin paling njiji’i. tapi yah, kemudian nggak perlu repot-repot menjelaskan lebih panjang. “Cinta”. Udah, cukup itu saja. Kemudian biasanya orang yang lo ajak bicara kalau nggak memilih mendecak, ngatain lo bego, atau menceramahi lo soal move on.

Tapi sebenarnya angka orang-orang ‘bego’ ini cukup fantastis lho, khususnya dari kaum hawa. Yah bilang aja udah dibohongin, diselingkuhin, bahkan dapat perlakuan kasar alias kekerasan – tapi kok ya masih mau sih sama orang itu?

Kasus Pistorius-Steenkamp: Tragedi Valentine atau Pembunuhan Berencana?


sumber gambar disini

Kamis, 14 Februari 2013 Pukul 04.00 waktu setempat, mungkin menjadi saat-saat yang memilukan bagi sebagian besar masyarakat Afrika Selatan yang mengidolakan Oscar Pistorius dan Reeva Steenkamp.

Betapa tidak? Pada hari kasih sayang itu, Pistorius sang Pahlawan Nasional yang menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Time 2012, menembak mati kekasihnya, seorang Top Model yang sangat membanggakan.

Oscar Pistorius yang juga dijuluki “Blade Runner” atau “Fastest Man on No Legs” lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara di keluarga yang ekonominya menengah. Kakinya terpaksa diamputasi bahkan sebelum ulangtahunnya yang pertama karena ia terlahir tanpa tulang betis (fibula). Kemalangannya berlanjut ketika ia berumur 6 tahun, dimana orangtuanya bercerai dan hingga saat ini, hubungan Pistorius dan ayahnya masih kerap diwarnai konflik. Kemudian, pada saat umurnya menginjak 15 tahun, ibunya meninggal akibat komplikasi obat-obatan terlarang (biography.com).

Hidup Pistorius yang keras mungkin memberinya banyak alasan untuk menjadi orang yang ‘bermasalah’. Namun Pistorius kemudian justru membuktikan bahwa ia mampu berprestasi. Pistorius menempuh masa-masa berat untuk merehabilitasi kakinya yang menggunakan kaki prostetik serat karbon.

Mendeteksi Kebohongan Lewat Tulisan Tangan


sumber gambar disini


Pernah nonton serial CSI?

Nah, di dunia nyata, kinerja CSI nggak ‘segitunya’ seperti yang di TV lho. Ada misleading dari media terkait CSI yang akhirnya membuat kita mengira bahwa kinerja CSI itu kebanyakan menganalisa DNA, darah, dan peluru dengan alat canggih, padahal mereka lebih sering menganalisa tulisan tangan hingga fingerprint dengan alat sederhana.

Nah, untuk urusan menganalisa tulisan tangan, ilmu yang digunakan untuk mampu menganalisa hasil ‘gerak-motorik-tubuh’ ini disebut Grafologi.

Putro Perdana – atau yang lebih biasa dipanggil Kak Putro oleh gue dan teman-teman, adalah alumni Kriminologi UI yang saat ini sudah sangat berhasil mendulang uang dari hobinya sebagai graphologist.

Ah, iri dahsyat.

Grafologi sendiri memang masuk dalam ranah psikologi bagian tes grafis dan tes proyektif, dan disini kak Putro lebih focus kea rah psikologi-kriminalistik-nya, karena memang di Kriminologi UI kami diajari soal itu.

Alu Berbelatung

sumber gambar disini


Sebuah teriakan melengking milik perempuan mengoyak pagi hening di Desa Triharjo, menggetarkan membrane timpani[1] semua orang yang ada dalam radius 700 meter.

Aku mendengus ke bantalku, mencoba kembali merajut mimpi yang sepertinya berkisah samar-samar mengenai Colt M1911 yang perizinannya gagal kudapatkan minggu lalu. Bahagianya, di dalam mimpi itu, aku berhasil membawa pulang baby yang peluru caliber 45-nya selalu mempesona itu.

“Mas James!” suara melengking dalam volume yang lebih rendah kembali mengacaukan momen-momen bahagiaku dengan si Colt. “Mas!”

“Hmmph!” dengusku, tak rela bangun.

“Piye iki thooo?” suara itu mulai tak sabar. Kini ada ekstra bonus guncangan-guncangan di badan. “Mas James, ayo dong bangun, Mas!”

Menyingkap Pikiran Orang Lain dengan Teknik yang Digunakan FBI




Dari SD, gue emang suka ilmu-ilmu seputar ‘analisa dan manipulasi manusia’.

Hahahaha. Kebayang ga anak sekecil itu udah main ‘profiling-an’ sama temennya? Cuma dulu, karena masih bocah dan nggak ngerti apa yang gue lakukan itu sebenarnya profiling, temen-temen malah menjuluki gue tukang-ramal (-___-).

Tapi asyik sih, soalnya ilmu-ilmu seperti profiling, graphology, sampai behavioral analysis itu aplikatif banget, bisa langsung lo terapin di kehidupan sehari-hari.

Misalnya aja saat lo lagi mengejar seseorang, lo bisa tahu dia beneran suka sama lo atau cuma PHP-in lo dengan teknik behavioral analysis. Atau kalau lo bingung temen lo sebenarnya ‘teman’ atau ‘musuh dalam selimut’, lo bisa memancing dia dengan metode tertentu sampai lo bisa yakin dia sebenarnya di pihak mana.

Cool, huh? Hehehehe.

Sampai sekarang, ilmu-ilmu begituan paling pesat berkembang di pusat-pusat kajiannya Amerika, terutama FBI dan CIA. Soalnya iya, ilmu beginian dipake banget untuk mengkaji fenomena kriminalitas atau menginterogasi orang.
Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers