Penjara Tak Seseram Itu

Saya saat penelitian di Lapas Klas I Tangerang. Pakai jilbap biar nyamaaaan.
Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa temen cewek SMA reuni sambil buka bareng. Saat saling bertukar cerita tentang progress kehidupan masing-masing, salah seorang teman bertanya:

“Lo sering ke penjara gitu-gitu ya ci? Kok berani? Serem nggak sih?”

Dari pertanyaan ini saya jadi banyak berpikir setelahnya, selama kuliah di kriminologi, saya memang telah banyak mengunjungi dan meneliti di berbagai Lapas, baik dalam rangka kuliah atau pekerjaan. Dan saat ditanya apakah Lapas-Lapas itu seram, jawaban saya adalah "ah, nggak seseram itu". Apalagi Lapas Wanita, yang akan saya bahas di artikel ini (karena lebih asyik. Mungkin next time di artikel lain saya akan membahas tentang Lapas Pria, tapi memang lebih serem sih).

Ya, Saya Dibohongi. Lalu?

sumber disini

Pada dasarnya, saya nggak yakin bahwa ada manusia selain Rasulullah SAW yang 100% dan setiap waktu jujur. Setiap manusia pastilah pernah berbohong, kecil atau besar, untuk kebaikan maupun dengan alasan yang begitu egois seperti untuk menyelamatkan diri sendiri. Intinya, kebohongan bukanlah hal baru maupun asing bagi humanitas.

Saya adalah orang yang sangat membenci kebohongan, terutama karena sebagian besar waktu, saya bisa mendeteksi dan melihat kebohongan dengan jelas, sejelas jidat orang tersebut. Dulu, saya akan mutlak membenci dan marah jika dibohongi, namun seiring dengan semakin bertambahnya umur dan pemahaman mengenai semesta, kini saya tahu bahwa banyak opsi yang bisa saya ambil atau lakukan jika saya dibohongi.

Pertama, saya akan bertanya pada diri saya sendiri;
Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers