Perempuan Ini dan Gerombolan Lebah Pagi Hari

sumber gambar disini


Setiap pagi, perempuan ini berangkat bersama segerombolan lebah.

Setiap pagi pula, ia mendengar harmoni dengungan dan geraman dari setiap lebah. Nyanyian, yang bagi sebagian orang terdengar seperti hiruk pikuk jalan raya yang menyebalkan. 

Namun bagi perempuan ini, dengungan itu terasa menenangkan, memberinya keyakinan bahwa seperti apapun masalah yang ia miliki di belakang, atau yang akan ia temui ke depannya, kehidupan akan selalu berjalan. Memberinya kesadaran, bahwa ia hanyalah seorang lebah diantara milyaran lebah lainnya, yang hidup dan menjalani kehidupannya dengan penuh perjuangan. 


Memberinya pengetahuan, bahwa kehidupan adalah sepetak besar taman yang memekar indah di satu musim, lalu bisa saja meranggas kering di musim lainnya. Dan ia harus tetap bertahan hidup melewati keseluruhan tantangan yang diberikan semesta padanya.

Perempuan ini mencintai kawanannya, meski ia tak tahu mereka semuanya. Terbang bersama mereka memberinya rasa bahwa ia bagian dari mereka yang hidup, bekerja dan berjuang. Tentu kadang ia mengutuki salah sedikitnya, yang berperilaku beringas dan seenaknya. Namun meski bagaimanapun jua, ia menyukai gejolak bersama yang penuh dinamika.

Perempuan ini kerap membayangkan bahwa setiap lebah berangkat menjelajahi taman kehidupannya masing-masing, menekuni jalurnya masing-masing, sembari membawa harapan akan menemukan bunga yang tepat untuk mendulang nektarnya. Ia tahu bahwa tak semua lebah berhasil menemukan bunga yang tepat, pun meski menemukannya, tak selalu nektar yang mereka bawa pulang semanis yang diharap. 

Taman itu selalu menyajikan sisi misterius dan ketidakpastian yang tak mampu mereka pahami. Bahkan tak semua lebah mampu menemukan jalannya pulang kala petang mengembang. Beberapa diantara mereka tersesat, hilang tertelan keberingasan sang taman, atau mati karena berbagai sebab lalu lenyap diserap sang bumi.

Perempuan ini tahu, bahwa kematian dan kehilangan seorang lebah tak berarti akhir. Lebah yang hilang dan mati selalu terganti oleh lebah-lebah lainnya. Taman itu akan selalu ada, berputar mengikuti musimnya sendiri. Pun jika lebah-lebah yang penting seperti halnya Ratu Lebah mati atau hilang, meski koloni itu terguncang, akan lahir dan muncul Ratu lainnya yang mengembalikan harmoni kehidupan para lebah. Dan kembali para lebah akan memulai ritme kehidupannya seperti sedia kala.

Nyanyian pagi hari yang selalu ia dengar, menjadikan perempuan ini merasa rendah diri. Karena tahu bahwa meski ia tentu punya arti, ia hanyalah bagian terkecil dari taman yang Maha Luas.

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers