Agar Pertengkaran Anda Tak Berbuah Petaka


Perbedaan pendapat adalah hal paling wajar di dunia. Anda masih manusia yang punya seabrek kepentingan, begitu juga dengan pasangan anda. Anda punya pemikiran dari sudut-sudut tertentu, sementara mungkin saja pasangan memiliki pemikiran dari sudut lainnya—sekalipun masalahnya sama.

Masalah seperti seekor gajah. Anda melihatnya sebagai kepala besar bergading dengan kuping lebar, sementara pasangan anda melihatnya sebagai ekor kecil di pantat super besar yang bergoyang-goyang. Sama-sama gajah sih, tapi anda berdua harus bekerja sama, mengkomunikasikannya dengan baik agar sadar bahwa sebenarnya anda berdua sama-sama benar—itu toh sama-sama gajah, hanya saja perlu jalan tengah yang disepakati bersama tentang bagaimana sih, bentuknya hewan bernama gajah itu.


Sadarlah otak pria memang lebih terkotak-kotak pada suatu topik permasalahan. Ini membuat mereka cenderung lebih fokus dan memandang satu aspek dari satu sisi. Sementara otak wanita dirancang untuk menjadi makhluk multitasking. Kita bisa memandang satu aspek dari banyak sisi. Dan kadang sakin banyaknya, pembicaraan melantur, pasangan menuduh kita membesar-besarkan masalah atau bahkan menyebut kita berpikiran terlalu jauh.

Lalu, bagaimana mengatasi hal ini agar dunia tidak kiamat?

Terus terang terang terus, saya dan pasangan cukup sering beradu argumen. Dianugerahi kepala yang keras dan temperamen yang sama-sama emosional, pertengkaran menjadi hal yang rutin terjadi. Pasangan saya juga kebetulan punya bakat luar biasa dalam hal ini, sampai-sampai 5 piala juara debat saya seakan tak ada nilainya. Namun kemudian kami sadar bahwa pertengkaran merupakan cara kami untuk semakin mengenal diri masing-masing. Hanya saja, tentunya kita harus menjaga agar pertengkaran ini tak berimbas dan berujung pada sesuatu yang merugikan. Berikut beberapa pemikiran saya mengenai tips agar pertengkaran tak berbuah petaka:

1.       Berbicara saat emosi tengah memuncak itu sebuah kebodohan. Anda bahkan akan menyesalinya saat anda sudah ‘sadar’ nanti. Itu sebabnya, hindarilah berdiskusi dengan pasangan saat emosi anda berdua tengah meluap. Kata-kata logis dan pertimbangan sebagus apapun hanya akan terdengar sebagai teriakan histeris atau bahkan kata-kata kosong dengan oktaf tinggi yang defensive.
Berhentilah dulu untuk mengambil nafas, menenangkan aliran darah yang terlanjur kencang, dan menurunkan emosi anda. Kembalilah saat anda sudah bisa berpikir jernih dan lihat bagaimana anda dan pasangan bisa terlihat begitu konyol saat emosi menyeliputi.

2.       Jika anda yang melakukan kesalahan, pastikan kata pertama yang keluar dari anda adalah ‘maaf’ yang diikuti oleh penjelasan jujur mengapa anda melakukannya. Pasangan mungkin akan terluka, tapi pemahaman seperti obat merah yang akan membuatnya perih untuk menyembuhkannya kemudian. Hubungan yang dilandasi kebohongan hanya akan menyakiti anda berdua lebih jauh lagi. Rekam kesakitan orang yang anda cintai sebagai pengingat bahwa anda tidak akan mau mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

3.       Jika pertengkaran ini diakibatkan oleh ketidakpuasan atau kekecewaan anda. Komunikasikan! Sadarlah kediaman anda hanya akan memicu pertengkaran yang jauh lebih besar.
Kekecewaan kecil seperti sms yang telat dibalas atau keterlambatannya saat kencan, bila tidak diungkapkan dan hanya dipendam akan menciptakan bom waktu. Yakinlah, anda akan tiba di satu titik dimana anda tidak tahan lagi dan semuanya meledak—menyisakan masalah besar yang membutuhkan penanganan lebih berat. Atasi hal-hal ini sejak mereka masih benih!

4.       Nah, jika pertengkaran ini diakibatkan oleh ketidakpuasan atau kekecewaan pasangan, dengarkan dia dengan otak dan hati anda. Cerna dengan baik dan temukan pokok masalahnya. Diskusikan dengan tenang, jelaskan bahwa anda tidak bermaksud demikian, dan tanyakan bagaimana ia ingin anda memperlakukannya.

Semoga bermanfaat!

2 komentar:

  1. kalian pasangan yang aneh...hahaha :)
    semoga awet deh..amin :P

    ReplyDelete
  2. wakwakwak justru anehnya yang insyaallah bikin langgeng nas.. hahaha.. makasiiii *kecupkecup

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers