Langit Bewarna Biru; Salah Siapa?




“Kenapa ya, langit warnanya biru?”

Pertanyaan ini, bagi sebagian besar orang—adalah jenis pertanyaan sederhana yang untuk menjawabnya NAUDZUBILE susahnya -___- dan sebagai seseorang yang berpendidikan, pastinya jayus dong ya kalau anda menjawab “Takdiiir..” (dengan muka polos nan suci) atau “Hanya Allah yang tahu…” (dengan wajah yakin penuh tekad).

Jadi yah, daripada nanti anda kagok ditanyai anak SD kenapa langit warnanya biru, berikut ini akan gue sajikan artikel mengenai penjelasan mengapa langit bewarna biru! J


Walaupun matahari warnanya oranye, bukan berarti sinar matahari juga bewarna oranye atau kuning, apalagi pink! #jayus. Sinar matahari ini sebenarnya bewarna putih cemerlang. Kalau nggak percaya, coba lakukan aja tes sederhana menggunakan prisma. Hanya warna putihlah yang bisa menghasilkan warna lainnya, dan warna-warna lain itu jika bersama-sama akan menghasilkan warna putih—persis seperti terciptanya pelangi! 

Trus kalau putih, kenapa langit jadi bewarna biru, dong?

Nah, seperti yang kita ketahui, bumi kita ini kan dikelilingi oleh lapisan atmosphere. Jika sinar matahari bewarna putih, namun sesampainya di bumi terlihat biru, maka ada sesuatu di atmosphere kita yang membuatnya membiaskan cahaya biru.

Semua yang ada di udara, seperti gas-gas, uap air, Kristal es, debu, dan polutan—semuanya bisa kita tuduh sebagai biang kerok penyebab langit bewarna biru.

Nah, selama anda main tebak-tebakan, mengira-ngira unsur yang mana yang menjadi penyebabnya, pada tahun 1869, seorang ahli fisika Inggris (atau Irlandia) bernama John Tyndall telah mencoba menemukan jawabannya melalui serangkaian panjang penelitian.

Pose Unyu Babeh John


Tyndall memiliki hipotesa bahwa debu dan partikel lain di udara mengurai cahaya, banyak cahaya yang bukan hanya biru, namun biru keluar sebagai cahaya yang paling kuat.

Untuk membuktikannya, ia melakukan penelitian dengan membuat kabut asap berisi berbagai partikel yang disoroti oleh berkas cahaya putih. Nah, bila dilihat dari samping, kabut itu memang terlihat bewarna biru tua. Nah, kemudian, Tyndall membersihkan udara dari berbagai partikel ini, dan menyorotinya dengan berkas cahaya putih.

Hasilnya? Tidak ada warna yang terlihat! Cahaya putih cemerlang itu tetap diproyeksikan sebagai cahaya putih yang cemerlang!

Karena itulah Tyndall menarik kesimpulan bahwa apabila langit diisi dengan udara yang bersih sempurna, maka langit kita akan bewarna putih karena cahaya putih akan lewat tanpa terurai.

Nah, ahli lain nih, yang bernama Rayleigh, berpendapat lain. Ia berkata bahwa udara itu sendirilah—bukan debu atau kabut asap—yang mengubah langit menjadi biru.

Tampang Innocent Babeh Rayleigh


Rayleigh berpendapat bahwa saat sinar matahari melewati ruang kosong antara molekul-molekul gas di atmosphere, ia awalnya tiba di tanah sebagai cahaya putih. Namun ia bertabrakan dengan molekul gas seperti oksigen, terserap, lalu disebarkan kemana-mana (pusing ga sih?).

Atom-atom dalam molekul ini bergejolak oleh cahaya yang diserap, kemudian mengeluarkan kembali cahaya dalam pandang gelombang—dari merah hingga ungu—ke segala penjuru molekul.

Rayleigh menemukan kecemerlangan cahaya yang muncul tergantung pada warna. Delapan foton cahaya biru muncul untuk setiap satu merah. Jadi, cahaya biru yang memancar keluar dari molekul delapan kali lebih terang daripada cahaya merah. Itu sebabnya, cahaya biru yang mengalir pada kita dari semua arah di langit dari bertriliyunan molekul.

So, kalau menurut Rayleigh nih, langit itu bukannya murni bewarna biru, tapi sebenarnya juga dipenuhi warna-warna lain. Hanya saja, warna-warna itu tenggelam oleh kecemerlangan warna biru—sampai sampai hanya warna birulah yang sampai ke mata kita!

Well.. gimana pemikiran anda setelah membaca penjelasan yang njelimet ini? Kayaknya sih memang lebih simple menjawab “Takdir” atau “Hanya Allah yang tahu” ya? Wkwkwkwk.

5 komentar:

  1. Kunjungi juga blog ane di http://saus-spaghetti.blogspot.com/ jangan lupa follow dan tinggalkan komentar ! :D

    ReplyDelete
  2. oke gan ^^ follow gue juga dong -,-

    ReplyDelete
  3. OOOOOOOh gituuuuuuu... Yaaaaa Yaaaa.... #nyepam

    ReplyDelete
  4. Memang yah, bertanya itu mudah, menjawabnya yang susah =))

    ReplyDelete
  5. klo menurut aku ni.. warna asli langit adalh persis dengan warna cermin kaca.
    dan yang biru adlah warna alam yg terlihat di cermin langit itu. ( sperti saat kita lgi bercermin ) salam knal semua...khususnya buat si admin,,,

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers