Dulu


Pacar, aku sedang rindu kamu.

Dan karena kita saat ini tengah terpisah jarak yang cukup jauh, aku jadi sedikit mengutuki keadaan itu.

Dan mau tidak mau, aku jadi teringat dulu.

Dulu. 


Saat jarak belum menjadi masalah yang membatu, di SMA semi-militer tempat kita bersekolah itu.

Aku rindu saat-saat dimana aku hanya butuh menoleh ke belakang bangku untuk menatap wajahmu, 
bukan menunggu berminggu-minggu untuk waktu tak tentu…

Aku rindu saat-saat dimana kamu kerap melirik genit dari ujung barisan graha-mu kala apel siang itu, 
bukannya terus-menerus dikerjai sang rindu untuk menatap bola mata cokelat-madu…

Aku rindu saat-saat dimana kamu hanya perlu mengirimkan pisang lewat si adik untuk mengungkapkan sayang, 
bukan menunggu balasan bbm hingga menjelang petang…

Aku rindu saat-saat dimana aku menunggu kepulanganmu saat kau pergi pesiar sabtu-minggu keluar kampus, 
karena kini penantian untuk menunggumu kerap terlalu menggerus…

Tapi sayang…

Setidaknya kini tidak ada lagi ‘Bapak Kumis’ juga PERDUPSIS yang menghalangiku jika ingin mengecup pipimu, menggenggam tanganmu, atau mendeklarasikan status itu :p

Terima kasih sudah bersamaku, bebi!

3 komentar:

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers