Seri Terakhir Buku Eragon: Inheritance!


Jadi, gue baru saja menamatkan buku terakhir dari Siklus Warisan-nya Crishtopher Paolini, Inheritance.

Iyep, gue baru beli. Harganya yang 135 ribu itu berat bokh, untuk ukuran anak kost. wkwkwk. makanya gue nunggu dibeliin. dan setelah 2 minggu ngerayu-rayu si emak, akhirnya bisa juga gue pulang membawa buku Inheritance ini. Ukyaaaa~aa! Makasi mommy!

sumber gambar disini

Bagi yang ga tau, Inheritance ini seri terakhir dari novel pertamanya Eragon. Kalo masih belom tau, coba baca novel Eragon-nya dulu deh. Kalo lo tipe orang yang mabok sama buku yang berhalaman lebih dari 200 halaman (soalnya rata-rata buku ini halamannya 700-800 halaman), gue saranin untuk nge-google aja. Jangan nonton filmnya, karena please, film Eragon itu beda BANGED sama novelnya.

Bikin keki aja.


Nah, di postingan kali ini, my beloved readers, gue mau menebar kesirikan bagi yang pingin dan belum baca seri terakhir ini. Makanya yang udah baca diem-diem aja kalo ga mau ditimpuk pake buku yang tebalnya 918 halaman ini.

Sebelum ngebahas Inheritance, ada baiknya gue ngulik-ngulik sebentar soal ketiga buku pendahulunya. Eragon, Eldest, dan Brisingr.

sumber gambar disini

Kisahnya agak mix Lord Of The Ring sama Harry Potter, gue rasa. Tapi yang pasti, ga sesampah Twilight (iya, gue ngoleksi Twilight tapi gue benci sama kisahnya. Ga mutu, menurut gue). tapi ceritanya lebih ‘sederhana’ dari LOTR yang ribet dan lebih less-drama dari HarPot.

Sinopsisnya gini kira-kira:

Eragon, remaja yang bukan siapa-siapa, yatim piatu dan nggak pernah mengenal ortunya sama sekali, tinggal bersama paman dan sepupu cowonya, Roran, di lembah Palancar (mirip Harry kan ya? Cuma paman dan sepupu Eragon sayang banget sama dia, nggak kayak Harry).

Kehidupan di lembah ini selalu damai, penuh suka cita, dan seakan-akan nyaris terpisah dari panasnya politik dan kericuhan pergolakan pemberontakan kaum Varden pada Raja jahat yang selain Penyihir juga Penunggang Naga—Galbatorix (agak mirip perkampungan Hobbit ga sih?).

Perjalanan Eragon menjadi pahlawan bermula dari sebuah telur naga yang tiba-tiba saja menetas untuknya. Singkat cerita, Eragon menjadi Penunggang Naga (yang saat itu nyaris sudah punah semua akibat dibunuhi Galbatorix) dan dikejar-kejar oleh Galbatorix beserta pasukannya untuk ditangkap. Dari ‘Orang yang Kabur’ akhirnya Eragon berhasil menjadi ‘Pahlawan’ setelah menempuh pendidikan keras oleh Brom si Penyair (yang ternyata diam-diam bokap kandungnya) dan Oromis si Elf yang cacat. Eragon mendapat dukungan dari kaum dwarf, elf, manusia, dan ujung-ujungnya Urgal/Kull (rada mirip Orks) untuk memerangi Galbatorix.

Drama Eragon sendiri bersumber di cinta-yang-bertepuk-sebelah-tangan pada Putri (kira-kira begitu, soalnya terjemahan bahasa elf nya nggak persis begitu) kaum Elf—Arya. Perbandingannya, Arya ini kalo di HarPot kayak Hermione, sahabat sekaligus teman seperjuangan. Bedanya, ‘Hermoine’ yang ini terlibat kisah cinta dengan tokoh utama. Nah, kejelasan ujung kisah cinta Eragon yang digantungin mulu sama si Arya terjawab di Inheritance. Tapi bisa dibilang, gue bĂȘte sih, sama endingnya. Unfair! Gemes! Dikit lagi ini lhoooo dikiiit lagi. Scumbag Paolini!

Drama lainnya adalah soal keluarga Eragon. Walau bokapnya—Brom—adalah pemberontak terbesar Kerajaan Galbatorix, ternyata emaknya—Selena—justru kekasih sekaligus anak buah dari tangan kanan Galbatorix—Morzan. Nah, pusingnya lagi, dari Morzan, Selena ini juga punya anak—Murtagh—yang ga lain adalah saudara tiri Eragon.

Murtagh ini sebenarnya baik, dia juga membenci ayahnya dan Galbatorix, sampai dia dipaksa melayani Galbatorix dengan sihir. Disinilah Eragon galau. Dia sebenarnya ogah mengakui Murtagh saudaranya. Ga salah sih, beberapa kali Murtagh nyaris ngebunuh dia walau atas suruhan Galbatorix. Di Inheritance-lah kualitas hati Murtagh dan perasaan Eragon yang jujur diperlihatkan.

Ada selipan kisah cinta Murtagh juga di Inheritance. Penasaran kaaaan sama siapaaa hoahahaha. Nggak ketebak lho, gue aja kaget! Kisah cinta Saphira juga adaaaa hahahhaa. Lucu banget ritual perkawinan naga (sesuatu yang udah bikin gue penasaran sejak lama). Ga bokep sih, Cuma ya itu, bikin malu-malu wkwkwk.

Sayangnya Paolini ini kayaknya nggak doyan bikin cerita cinta yang happy ending. Selain Roran-Katrina, semua kisah cinta di Siklus Warisan ini ngenes semua. Kalo ga digantungin, kandaslah, atau ditinggal matilah. Mpruup!

Misteri lain yang mungkin terselesaikan adalah soal Elva, anak yang ‘dikutuk’ oleh Eragon secara nggak sengaja. Kejelasan nasibnya dipaparkan di Inheritance. Begitu juga dengan keberadaan telur naga lainnya beserta eldunari yang tersisa—bakal ada jawaban yang mengagetkan dan bisa bikin lompat-lompat kegirangan. Dan yang paling ditunggu mungkin, “siapa sih, Penunggang Naga telur hijau yang terakhir?” jawabannya gue rasa nggak terlalu asyik—sudah bisa ditebak sih. :p

Kalau soal Galbatorix kalah atau menang ya udahlah ya, namanya juga cerita, agak aneh kalo tokoh utama ga menang. Tapi pertarungan ‘klimaks’ Eragon versus Galbatorix lebih seru dari Harry versus Voldemort gue rasa. Lebih berkesan. Paolini  memberikan servis ketegangan yang lebih seru dari Rowling. Ada pengaruh gender juga barangkali?

Yang membuat gue suka pada seri Eragon ini walau dia rada-rada mirip Harry Potter dan LOTR adalah—segi natural dari ceritanya. Paolini jago dalam merancang tokoh, sifat, dan penggambarannya. Tokoh favorit gue tentu Angela—penyihir misterius yang nyentrik—yang mana karakternya ‘ditiru’ Paolini dari adik perempuannya yang bernama dan bersifat sama.

Walau belum mampu ngebuat gue nangis-nangis Bombay kayak HarPot (apalagi waktu Sirius mati itu lho, screw you, Rowling! < masih dendam) kegalauan Eragon berasa banget. Kecintaannya pada Saphira—naganya—juga ngebuat gue ngebet pingin punya naga sampai terbawa mimpi. Unyuhh banget soalnyaaaa!

Gue juga suka sama tokoh Murtagh, yang menyajikan dilemma—ini orang patutnya dikasihani atau dibenci? Agak sama dengan Severus Snape yang awalnya dibenci tapi ujungnya ternyata luar biasa dicintai. Murtagh juga (gue rasa) mirip sama Legolas-nya LOTR. Ganteng, dingin, tapi jago banget berantem. Bedanya Murtagh ini agak pemarah dan emosional—ga salah sih, masa kecilnya buruk soalnya.

Untuk masalah ending, Paolini memang tampaknya sengaja bikin pembacanya guling-guling kesel. Nggak seperti Rowling yang ‘men-servis’ penggemarnya dengan ending yang jelas, bahagia, dan rinci—Paolini menggantung penggemarnya dalam pertanyaan yang nggak terselesaikan. Tapi nggak seperti Rowling yang berjanji nggak akan menulis HarPot lagi, Paolini di penutup Inheritance berjanji akan menulis cerita lain soal Alagaesia—dunia dimana Eragon tinggal—walau kisahnya bukan mengenai Eragon dkk.

Bagaimanapun, gue sedih Siklus Warisan berakhir. Ada rasa nggak rela yang besar seperti saat Harry Potter atau LOTR akhirnya tamat. Penantian gue selama bertahun-tahun akhirnya selesai hanya dalam 2 setengah hari (padahal gue udah sengaja baca lambat-lambat—biar nggak cepet habis -___- gagal ternyata).

Semoga janji Paolini cepat terlaksana, atau nggak lebih bagusnya, siapa gitu kek, anak bangsa Indonesia yang ngebuat novel fantasi-fiksi kayak gini?

Atra esterni ono thelduin, Paolini! Eka elrun ono wiol forn Inheritance!

sumber gambar disini

27 komentar:

  1. udah sering sih dengar tentang Eragon, penasaran.. tapi penasarannya ngga berlanjut sejak tau bukunya yang tebal dan ber-seri-seri plus harganya yang lumayan mahal -,-

    ceritanya seru ternyata.. ya udah, masuk wishlist dulu ntar kalo ada rejeki nomplok atau ada diskon 70% psti bli buku ini (^o^)9

    twilight sampah ya kak? aku sih emang sejak awal ngga ngeh & jujur sampe skrng blm pernah baca atw nntn nya.. hahah

    ReplyDelete
  2. Kalo saya malah baru tau Eragon itu disini nih Ci.... tetap ga minat sih, hahaha... soalnya belum ada waktu untuk baca buku setebal itu... Untung udah Suci buat sinopsisnya, jadi sedikit lebih tahu deh jika ada yang crita2 ttg Eragon ini....

    Makasih banget ya Ci...... :)

    ReplyDelete
  3. @sarah: iyaaa mahal beudh untuk ukuran novel hahaha.. menurutku sih iyaa, udah ceritanya klise amat, tatabahasanya juga biasa, cuma fantasi yang dijual emang greng sih :p

    @mbak alaika: huahahaha.. iya mbaaak kan ceritanya fantasi-fiksi.. aku masih jiwa anak2 yang suka ngehayal main perang2an sih huehehe :">

    ReplyDelete
  4. aku baru baca yg ERagon. seru emang ya. tapi wkt itu minjem doang sih.

    ReplyDelete
  5. aduh ternyata udah keluar y ..seri terakhirnya...

    ReplyDelete
  6. Waahh,baru tau ne,,
    lama gk ngikutin,..
    thank's info nya ya,,
    :)

    ReplyDelete
  7. wah, penasaran baca bukunya...
    tunggu ada waktu dan duit dulu deh buat belinya
    hehehe

    ReplyDelete
  8. baru tau kalo eragon yg terakhir udah keluaar huaaa harus cepetan baca nih >_<.
    abis jeda waktu buku lanjutan nya lama-lama bgt, sampe udh nggak nungguin lagi -,-

    ReplyDelete
  9. pengen baca kok udah ketinggalan serinya dari awal:D

    ReplyDelete
  10. aq juga baru selesain bukunya.. yang bikin seru ngebayangin lokasi kerajaan nya. kae apa ya? ngebayangin arya yang lembut tapi tangkas, eragon n lady nasuada. pengen jadi pimpinan yang tegas n berani kae lady nasuada.

    arya n eragon mang g jadian. tapi sebenernya mereka saling suka tuh, tapi pda g bisa ninggalin kaumnya hiks hiks...

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Halo salam kenall~:D

    sesama pecinta eragon inheritance nih *pelukcium :D
    aku udah laaammmaaa nungguin seri ke 4 nya keluar,,sampe lupa kapan tanggal perkiraan terbitnya --a

    Untungnya pas kmaren ngadem di mall, aku mampir bentar ke gramedia sana,,
    pas ngelewati deretan buku baru,,hmm,,biasa aja,,
    pas ngelewati komik baru,,hmm,,ruler of the land belom terbit juga,,
    pas ngelewati deretan buku laris,,YA AMPUN TUHANKU, ADA INHERITANCE WARNANYA IJOOO XDD
    sumpah pas ambil bukunya, kuraba, kupegang, tak liyatin sampul depan belakangnya, refleks aku ketawa ketiwi cekikikan sendiri,,hehe
    sampe diliyatin sama pengunjung lainnya,,temenku aja langsung nyamperin aku, disangkain aku kenapa2 :p

    Gak usah banyak acara langsung aku bawa ke kasir, sebodo amat harganya 135rebu,,sebodo amat pacarku bentar lagi mo ultah,, sebodo amat uang buat kadonya kupake buat beli inheritance,,INHERITANCE gitu loo,,INHERITANCE! :D
    *maaf sayang, kado ultahmu pending dulu iah :p

    ReplyDelete
  13. saya baru baca sampe setengah Eldest. abis itu berhenti karena ceritanya kepanjangan. hahaha. jadi akhirnya saya berpaling ke Hunger Games, hehehe

    ReplyDelete
  14. Gw jg baru nemu 3hari lalu, kelar baca td, sumpe nangis @ the end. Huhuhu... Paolini tega amat sih bkn ending nya ngga sesuai harapan Eragonia nih, maunya sih Paolini bikin lg cerita Eragon dg kisah berbeda tp ttp nyambung ama Inheritance.pliiisss.... :-)

    ReplyDelete
  15. min info dong,itu bahasa apa bukunya?soalnya gue terakhir cek di gramed masih belom di terjemahin gue barter deh info lo klo itu udah terjemahan novelnya kabarin gue ya min ke ahmadhaer@roketmail.com ASAP min thanks

    ReplyDelete
  16. wah... mungkind dah agak ada yg mw komentar lagi yg jelas akhir nya bisa kebaca di buku yg pertama tapi cerita nya gak terduga pas Galbatorix nya mati meledak gt, jadi ke si elf Thuviel hahaha....wagu rasa nya....

    ReplyDelete
  17. Pingin baca juga,,, hikhik...

    ReplyDelete
  18. Pingin baca juga,,, hikhik...

    ReplyDelete
  19. Udah baca the bartolomeus tentang jin belum
    banyak lucunya

    ReplyDelete
  20. bro saya lagi buat novel nih. bisa minta review nya dan rate? tapi baru bab satu sih. kalo mau kasih aja alamat emailnya disini :)

    ReplyDelete
  21. Aaaa Gw pengen beli ni Novel semua,-_-"dToko bagus ada jual gak yah?

    ReplyDelete
  22. Keren banget Eragon. Dan ya gw setuju, FILM-nya SUCKS!
    Beda banget sama novelnya. Jauuuuuuh.....

    ReplyDelete
  23. Keren banget Eragon. Dan ya gw setuju, FILM-nya SUCKS!
    Beda banget sama novelnya. Jauuuuuuh.....

    ReplyDelete
  24. ceritany kereeeeeeeennn, tpi endingny bkin ta gantung. knpa eragon TIDAK BISA kembali ?
    sya ingin skali bca lgi bku Paolini, pda saat dunia sdah berubah. sya slalu byangkan bgmna khidupan baru itu ? pda saat kaum naga bangkit kembali, kaum kurcaci dan urgal jdi penunggang. yg penting ingin lgi kelnjutnny.....:)

    ReplyDelete
  25. Penulisnya sudah memastikan tidak ada buku lima. Melainkan nanti akan ada seri barunya. Masih seputar shurtugal tetapi bedanya mungkin penunggangnya kurcaci atau urgal yang sudah melembut dari keganasan haus darahnya. Tetapi sayang tema gay sama sekali tidak ada.... Nanti buku seri barunya aku yang tulis gimana? Ada yang mau baca ngak. Seri barunya ku jamin lebih seru, lebih romantis, lebih menegangkan, lebih lucu ( tidak bertele tele seperti empat buku yang sebenarnya bagus tetapi kebanyakan kemunduran diri, memang sih psikologinya lumayan bagus mempertanyakan diri sendiri untuk mencari jati diri, aku aja butuh tujuh tahun untuk terbebas dari belenggu statys quoe.) anyway akan ada 6 buku yang kutulis dan ada tiga cerita tentang tiga pahlawan penunggang naga yang sudah ku persiapkan. Di jamin ceritanya nyambung tapi segala sesuatunya original karyaku. Blogkaryaku udah lama ngak di kunjungi karena kesibukan tetapi aku yakin akan jadi cerita boxoffice lavel deh karena laga sihir intrik dan kekuatan yang tak tertandinggi, yakin tissu lima kotak ngak bakal cukup. Kalau mau ini emailku. Stevone88@gmail.com

    ReplyDelete
  26. good revieuw..kebetulan sy baru dapat buku Eragon sama Eldest kemaren..pas ada pesta buku..dan harganya..20rb satu biji..bukan main..langsung samber seri yang ada soale dari dulu pengen cuma masih mikir koceknya..nah ini baru mulai mau membaca..so menurut revieuw diatas..berarti sy harus ngosongin benak dari versi Filmnya..oke thanks alot and sy harus berburu untuk dua buku lainnya..

    ReplyDelete
  27. wah, ane baru niat ni baca cerita si eragon. udah dpet pdf indonya, api pas nyari inheritance book 4 kaga ada, liat harganya wiuh mlah juga... trpaksa dah nunggu klo ada bazar, atau klo dah muncul pdf nya...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers