Realitas itu sesuatu yang direkonstruksi. Realitas,
terbentuk dari perspektif kita masing-masing. Karenanya, sulit untuk menentukan
kebenaran absolute. Karena dalam dunia yang penuh oleh perspektif dan
realitasnya masing-masing, dunia adalah abu-abu. Tidak ada yang putih atau
hitam mutlak.
Seperti itulah gue memandang lingkungan gue.
Setiap orang boleh berpendapat. Mengatakan apapun.
Melakukan apapun.
Tapi gue ga boleh menganggap itu sebagai
kebenaran atau kesalahan mutlak. Tidak boleh, karena tidak ada kebenaran
mutlak, kecuali lo Tuhan.
Otherwise, lo bisa menyebut itu sebagai realita. Realita
dari perspektif lo.
Realita akan selalu benar, tapi belum tentu
realita lo juga dianggap benar oleh orang lain. Karena orang lain memandang realita dari
perspektifnya sendiri.




