![]() |
| sumber ilustrasi disini |
‘Kau melakukan kesalahan bodoh, Uroko.’
Aku tak berani mengangkat wajah untuk memandang
Ayahku. Bahkan dari jarak sebegini jauhnya aku tahu ia memancarkan kemarahan
sekaligus kepedihan. Dari pergerakan ekornya yang resah, aku tahu—mungkin
justru sudah tahu sejak dulu—bahwa Ayah tak mungkin bisa menyelamatkanku kali
ini.
Sebagai Putri di Klan Naga Air, aku sudah melakukan
kesalahan yang sangat, sangat besar.
‘Jatuh cinta
dengan manusia, bahkan membawa anak manusia itu di dalam tubuhmu?? Bagaimana
kau bisa melakukan hal seperti ini, Uroko? Perbuatanmu tak bisa ditolerir!’
Suara Ayah menggelegar, namun bergetar. Aku tahu ia
tak mungkin tega menjatuhkan eksekusi mati bagiku. Ia tak bisa. Lalu bagaimana?
Apakah ia akan mengirimku kembali ke dunia manusia untuk mati perlahan?










