Movie : Yes or No (2011)


sumber gambar disini



Sore ini, gue baru saja selesai menonton film Thailand bertemakan lesbian yang berjudul ‘Yes or No’.

Mungkin sebagian besar masyarakat kita masih anti dengan homoseksual kali ya. Tapi gue pribadi menganggap kisah cinta mereka sama wajarnya dengan yang heteroseksual, bahkan mungkin lebih menarik. 

http://eemoticons.netGue pernah nangis saat baca komik ‘Jungle Boy’ yang salah satu kisahnya menceritakan tentang perjuangan berat dua cowok super-tampan yang berusaha lari dari kenyataan bahwa sebenarnya mereka berdua saling cinta. Untungnya, endingnya happy walau agak gantung.

Mungkin banyak yang merasa agak jijik dan ini agak konyol. Kalau geli sih masih wajar, tapi kalau sampai membenci dan memusuhi, hmm.. itu konyol menilik kita hidup di era dimana pengetahuan sudah bisa menjelaskan bahwa banyak dari mereka yang terlahir demikian, bukannya memilih menjadi homoseksual.


Yah, gue memang pernah sensi dengan dua oknum yang ‘bunch’ (cewek yang menjadi cowok). Tapi bukan berarti gue membenci lesbian secara umum. Jangan karena mereka minoritas, lalu mereka kita marjinalkan. 

http://eemoticons.netMereka toh juga tidak ingin dilahirkan demikian, dan mereka juga sudah cukup menderita karena melawan dirinya sendiri selama hidupnya. Jadi sebelum anda mencela mereka, coba anda pikirkan dan rasakan bagaimana jadinya bila hidup dalam raga yang ‘salah’?

Seandainya kita ini ubur-ubur yang bisa memilih jenis kelaminnya saat kita sudah siap.

Balik lagi ke film ‘Yes or No’ ini, awalnya gue tertarik melihat covernya. Tanpa membaca ringkasan di belakangnya, sudah jelas sih kalau filmnya tentang lesbian. Tapi pemeran Kim si ‘bunch’ di film itu imut bangeeet gyaaaa.. dia mirip cowok-cantik Jepang atau Korea—dan jelas nggak kalah manis wkwkkwk.

Tina si pemeran Kim. Ganteng yaa~aa hahahaha
(sumber gambar disini)


Gambar di film ini juga bagus banget. Penggambaran romantisnya juga dapat. Walau lucunya, setiap kali adegan Kim bermain gitar pasti langsung diisi lagu nggak jelas. Mungkin karena Supanart Jittaleela si pemeran Kim memang nggak begitu bisa main gitar dan bernyanyi (wajar sih, ini kan pengalaman akting pertamanya).

Walau alurnya agak kacau dan terkesan diburu-buru dengan ending yang agak minta-dilempar-sendal karena nggak ‘rapi’, gue menikmati pemandangan dan gambar indah dengan perpaduan warna yang cakep. Penokohan di film ini juga kuat, dan gue suka melihat barang-barang lucu di kamar Kim-Pie (Pai).

Adegan romantis saat mati lampu.
(sumber gambar disini)


Ceritanya sendiri berkisah tentang mahasiswi bernama Pai (Succharat Manaying) yang imut dan lucu. Di tahun ajaran baru, ia masuk ke asrama di kampusnya, dan tak sengaja sekamar dengan Kim (Supanart Jittaleela), si cewek yang penampilannya cowok habis. Bahkan di pertemuan pertamanya saja, Pai sudah salah sangka mengira Kim itu cowok hingga Kim membuka bajunya untuk menunjukkan ‘perangkat’ perempuannya.

Pai mencoba pindah kamar, namun keinginannya dihalangi ‘guru’ (gue gak ngerti juga dia guru apa pengawas asrama) yang seorang bunch juga. Akhirnya dengan berat hati Pai harus sekamar dengan Kim. Ia membagi kamar mereka menjadi dua bagian dan tidak mengijinkan Kim melewati ‘garis batas’.

Di cerita ini, juga dikisahkan cinta segiempat. Salah satu teman Pai mencintai Kim secara terang-terangan walau tahu Kim itu cewek. Sementara seorang ‘abang’ menaksir Pai habis-habisan dan ‘menang langkah’ karena berhubungan baik dengan ibunya Pai.

Bisa ditebak, Pai dan Kim—dengan berbagai cara seperti adanya kecoak, mati lampu, kasur yang basah, dll—akhirnya menjadi dekat, bahkan saling suka. Namun status ‘Lesbian’ itulah yang menjadi penghalang utama cinta mereka. Pai merasa tidak sanggup mem-publish hubungan mereka, mengingat ibunya yang tentu akan marah jika tahu putrinya lesbian, juga ejekan dari teman-temannya.

Tapi pada akhirnya, Kim dan Pai toh tetap bersatu—karena Pai bilang “Aku takut ibuku marah. Aku juga takut teman-teman kita mengejek. Tapi yang paling kutakutkan sekarang adalah kehilanganmu.”

ending film Yes or No, akhirnya Kim dan Pai bersatu #hasek
(sumber gambar disini)


Awalnya, gue kira seperti halnya transgender pria ke perempuan yang dianggap ‘biasa’ bahkan bernada agak positif di Thailand, keberadaan bunch atau lesbian-pun dianggap sama positifnya. Tapi bisa dilihat di film ini, ternyata situasi Thailand-Indonesia mengenai bunch atau lesbian ini agak sama ya. Masih dianggap tabu oleh masyarakatnya, bahkan dipandang sebagai ‘penyimpangan’.

Nonton film ini gak akan rugi kok, anda bakal tertawa dan bersedih serta terhibur dengan ceritanya, plus mungkin sedikit membuka mata anda mengenai keberadaan homoseksual di sekitar kita! J

27 komentar:

  1. weh??

    nah sebenarnya kalau di Jepang tu malah cowok ma cewek gak bisa dibedain cuma gara2 dandanannya..

    emg sih homo tu kelainan (mgkn karena sindrom kromosom gt) tapi................

    ReplyDelete
  2. @ega : iya ya, cewek-ganteng sama cowok-cantik kayak 11 sama 12, ga bisa dibedain -___- eh, betewe makasi visitnya ya bro!

    ReplyDelete
  3. ganteng banget tuh cewek..!!
    jadi pengen nonton filmnya.. pinjme dunk DVD nya... #berasa tetangga

    ReplyDelete
  4. @risah : ganteng kan yaak muahaha. dia pernah ke Indonesia lho, tepatnya jalan2 di borobudur #teruss wkwwkwk. oke, mau ambil jam berapa, sist? #berasaserumah

    ReplyDelete
  5. ya ampun bokkkk ganteng banget ceweknya :3
    mmm gue jadi inget dulu punya temen yang lesbi, dan akhirnya mereka ketahuan oleh masyarat dan jadi bahan gunjingan, gue juga ngrasa sakit n kasian, temen deket gt, skrg mereka udah pisah, n gue denger temen gue itu udah punya pacar baru, dan cowok :D :)

    ReplyDelete
  6. @ngenes : iyaaa ganteng yaaa cakep yaaaa hahaha. wah kasian, tapi kalo emang dia bener2 balik, bisa jadi fase 'lesbi' kemarin cuma ikut2, terpengaruh pasangan lesbinya itu. lah pasangan lesbinya skrg kemana?

    ReplyDelete
  7. iya,, aslinya dia gak lesbi cuma karena terpengaruh sama orang yg asli lesbi itu temen gue jadi terpengaruh :(. dia ada masalah keluarga gt tadinya, skrg yg lesbi aslinya nya itu kerja ga tau kemana, temen gue juga pulang ke rumah setaon sekali. dia sebel sama kata2 org. :'(. kasian pokoknya. moga temen gue, bisa normal kayak dulu lagi, amin...

    ReplyDelete
  8. :(( kasiaaan.. label itu emang jahat yaa, padahal dia kan udah tobat.. yg asli-lesbi juga jahat ih, memanfaatkan kondisi lemah temen you buat dipengaruhi :(( iya.. semoga dia bisa menemukan kebahagiaan ya.. aminamin

    ReplyDelete
  9. iyaaaaaaaaaaaa emang jahat bangetttt benci sebncibencinya gue sama orang itu, hancurin semuaaaa :(:(:(
    iya amin.. moga dia bahagia n gak ada beban lagi karena hal itu :) amin...

    ReplyDelete
  10. bagus2 reviewnya tapi gue sendiri jujur agak geli sama yg beginian haha
    emm.. btw bunch apaan yak?
    label di lesbi mksudnya ya? setau gue butchi.. (butchi, femme sama andro)
    bunch apaan ci?

    ReplyDelete
  11. intinya gue juga ga begitu tau sih asal muasal istilah ini. kemungkinan doang. hahaha. gue pernah dengernya sih di beberapa forum dan artikel gitu mel, karena pemakaian 'butch' juga dinilai agak kasar. jadi mungkin--gue juga ga tau asalnya--dipelesetkan jadi bunch.

    mungkin gara2 dua tokoh feminis-lesbian terkenal brady dan charlotte itu nama akhirnya bunch -__- kali?

    ReplyDelete
  12. asli,,, suka bgt ma ni film... udh nonton berkali-kali, tetep aja ga pernah bosen,,,

    ReplyDelete
  13. asli,,, suka bgt ma ni film... udh nonton berkali-kali, tetep aja ga pernah bosen,,,

    ReplyDelete
  14. filem ini mah banyak yang di delete sceen nya.. temen gw ada nonton film versi aslinya,.. hampir 2 jam an lebih... katanya...

    ReplyDelete
  15. Pertama Kali gw nonton ne film bikin gw nangis. ada sedih, romantis. lucu semuanya campur
    dah 20 x gw nonton ne film tp gk pernah bosan ...

    ReplyDelete
  16. kesemuanya dikembalikan ma personnya,mereka yang menjalani...kalo mang itu adalah perasaan kenapa juga harus dicela atao dianggap menjijikkan...selama tidak mengganggu,enjoy aja lagi..aku suka ceritanya!!terutama sikap keberaniaan untuk mengakui cinta terlarangnya,,

    ReplyDelete
  17. iyah...si kim cakep banget #plak
    ande aja dia beneran cowok...#terus??? XD

    aku baru selese nonton nih pilem, lebih tepatnya 5 menit yang lalu kekeke
    lumayan lah...so sweet juga
    ahahhahaha, soalnya aku emang nganggep si kim beneran cowok disitu,benernya sih agak geli juga sama pilem "yuri" macem nih,, tapi gara2 kata temen bagus, jadi aku tonton ajah :D

    ReplyDelete
  18. #kim nya ganteng bgt.. ^_^..
    gk ngbosenin,pngen bli YON2 ppi gk ada.yg dagh bli ksih tau yya dmna tmpat'a.. :D.

    ReplyDelete
  19. #kim nya ganteng bgt.. ^_^.
    ppi knapa sih kakak gw mlah geli gtu ngliat'a, trus kta'a gw gk normal..(parah kan) yaelah gw gk straight kli msih normal..
    ppi klo sma tina jittaleela gw rela dagh straigh.. hahahhaa.. :D.

    ReplyDelete
  20. Ga da yg salah,anyway emang betul jiwanya cm trjebak di raga yg salah..

    ReplyDelete
  21. hahaha..
    ini film baru gua tonton keren juga.
    awal gua ngerasa gila kalo produsernya bisa ciptain film begini.
    dan hal lebih bingung apa si PIE(aom) itu ada hubungan beneran sama KIM(Tina)?
    soalnya itu film ada beberapa adegan si pie sama kim bertengkar di rumah pie. waktu sudah cut si pie nangis enggak berenti sampe si kim naik lagi terus si pie dipeluk.
    coba liat di youtube pasti ada.
    apa jangan mereka cinlok ?? hahahaha

    ReplyDelete
  22. keren banget tuh film,, hmm tpi mao gmna lgi kalau perasaannya emg suka ma ssma jnis.. ya gue brharap msyrakat bisas nerima

    ReplyDelete
  23. Duuhh yang punya versi aslinyaa,,, mau doong :( gaseru nih katanya bnyk scene yg di deleten:(

    ReplyDelete
  24. Kakak AOM ,, cantik pisan ,, yang ada versi yang belum di edit nya bagi doonkk... mkasih gan ,,, postingan yang bagus dan bermanfaat ini layaknya di share ajja ,, nih saya bantu ngeshare ,, ,, jgn lupa kunbal nya anprat.blogspot.com tmakasih skali lagi gan

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers