Kegelapan Berduka
SKN
11:22
0 Comments
Sosok itu bergerak cepat dan pasti dalam kegelapan total. Seakan ia memang bagian dari kegelapan yang menyelimuti tempat ini. Seakan ia memang dilahirkan untuk berada dan hidup dalam kegelapan. Aku memejamkan mata, namun suara nafasnya pun tak bisa kudengar. Ia lebih sepi dan halus dari bayangan. Bau darah menguar dari tubuhnya, tapi aku berani bertaruh ahli forensik manapun tak akan bisa menemukan darah di pakaian yang ia kenakan, bahkan dengan bantuan luminol sekalipun.
Seperti biasa, ia ‘bekerja’ terlalu rapi.
“Anna, kamu belum tidur?”
Tenang sekali suaranya. Dalam kegelapan, mataku tak mampu menatap raut wajahnya. Hanya saja pastinya, tetap saja tak ada yang bisa dibaca disana. Padahal tentu seseorang diluar sana telah kehilangan nyawa karena dia. Namun orang yang aku panggil ayah ini adalah seonggok daging tak beremosi.
“Aku tidak bisa tidur, Ayah.” Aku berdiri dan menghidupkan lampu meja di sampingku. Kedatangan cahaya yang tiba-tiba tak menimbulkan reaksi apapun pada bola matanya. Ia tetap menatapku tajam dan erat, mungkin penuh prasangka.










