Rintik Hujan


sumber gambar disini

Detak waktu menghadirkan kelu

Mendendang tangisan yang hanya jadi kiasan

Lewat pagi yang enggan berbagi harapan

Aku mencari hanya untuk terpatri

Bahwa dunia kadang bisa terasa begini hampa

Sepi dari elegi simfoni

Menenggelamkan  tanpa ampun dalam angan

Sebanyak apa kesalahan mampu menyesak

Melirihkan maaf di semua aliran syaraf

Hanya tetap, saat ini akan sendiri menatap

Malam yang akan dihabiskan sendirian,
adalah kalam yang harus dipikirkan

Sesak yang menghalangi istirahat
adalah sajak yang memang harus menyayat

Tataplah, melangkahlah, dengan semua keberanian yang ada

Jalani dan rasakan semuanya

Jangan gentar walau gemetar

Tidak ada bukan berarti tak nyata

Semua akan baik-baik saja

Karena rintik hujanpun akan habis pada saatnya

7 komentar:

  1. huahahaha. puisinya sweet ya mbak :')

    ReplyDelete
  2. dalem nih keknya ... :))
    "jangan gentar walau gemetar" nice .. like it!

    ReplyDelete
  3. nice poem...berasa banget dan pas bgt sama gambarnya

    ReplyDelete
  4. puisi yang Indah Ci.. ngena banget, apalagi sekarang lagi ujan beneran.

    ReplyDelete
  5. huahahaha. #ketawaaja gimana ga ngena mbak-mbakku sekalian. ini ditulisnya abis ga tidur semaleman. wkwkwk.

    ReplyDelete
  6. Maaf, aku gak ngerti baca puisi @_@

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

The Barcenandis

Daisypath Anniversary tickers